Sabtu, 30 Maret 2013

10 Lagu daerah yang paling populer

Sore lagi nih Sahabat Andro


Begitu maraknya lagu-lagu dewasa yang berkeliaran dan mengudara di TV dan radio, menyebabkan lagu-lagu daerah Indonesia yang begitu kayanya terlupakan oleh kita khususnya anak-anak yang malang. :(
Kali ini Andro tiba-tiba berjiwa nasionalis dengan memberikan informasi mengenai lagu-lagu tradisional yang 'sempat' populer walaupun masih populer hingga ujung waktu kepada kita khususnya anak-anak yang tak tahu mengenai kekayaan budaya kita. 
Indonesia Bersatu!


Tau ngga bedanya lagu tradisional sama modern? Bedanya itu, kalo lagu tradisional itu akan populer sepanjang masa sedangkan lagu modern seperti yang kita dengar hirukpikuknya itu hanya mampu bertahan selama paling tidak satu bulan. Buktikan sendiri!

Lagu daerah Indonesia sangat beraneka ragam karena banyaknya suku bangsa di negeri ini. Bahkan, berkat keanekaragaman lagu tradisional ini, Indonesia sudah sering kali mengharumkan namanya lewat berbagai kompetisi paduan suara internasional dalam kategori folklore.

Berikut ini adalah 10 lagu tradisional Indonesia paling terkenal versi Masih Tidak Nyata. Check!

1. Ampar-Ampar Pisang 

Lagu ini berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan / Kalsel dengan penciptanya bernama Hamiedan AC.
Isi dari lagu ampar-ampar pisang menceritakan tentang pisang yang diampar dan dikerubuti binatang kecil kecil bisa terbang yang senang dgn aroma pisang. Binatang ini dikenal masyarakat kalimantan dengan nama bari bari. Pada akhir lagu di ceritakan tentang binatang yang ditakuti anak kecil zaman dulu (lihat kata "dikitip bidawang" yang artinya digigit biawak. Konon, kata dikitip bidawang itu digunakan untuk menakuti anak anak yang suka mencuri pisang/kue rimpi yang masih dalam proses penjemuran, 

Kutipan Liriknya:
Ampar-ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi, dihurung bari-bari 2x
Masak sabigi, dihurung bari-bari 2x


2. Anak Kambing Saya

Lagu daerah ini berasal dari Nusa Tenggara Timur yang sejenis lagu yang saling sahut menyahut yang pertamanya bertanya dan ada yang menjawabnya kemudian. Lagu daerah ini dimodifikasi menjadi sedikit modern untuk mempertahankan ke-eksistensiannya di mata anak-anak. Sebenarnya banyak banget lagu daerah dari NTT yang begitu populer seperti Potong Bebek Angsa atau lainnya, tetapi tidak saya cantumkan.

Kutipan Liriknya:
Mana dimana anak kambing saya
Anak kambing tuan ada di pohon waru
Mana dimana jantung hati saya
Jantung hati tuan ada di kampung baru



3. Cublak-cublak Suweng

Lagu daerah yang berasal dari Jawa Timur ini sebagai pengiring salah satu permainan tradisional yang pemainnya itu harus telungkup dan menempelkan jari di atas punggungnya. Orang yang telungkup tersebut harus menebak jari apa yang terdapat di punggungnya.

Kutipan Liriknya:
cublak cublak suweng
suwenge ting geletek
nganggo kepudung solek
tak ijo royo-royo
sopo gelem delekake
sir – sir pong ‘dele bodhong
sir – sir pong ‘dele bodhong
sir – sir pong ‘dele bodhong-dhong-dhong–dhong ….



4. Injit-Injit Semut 

Lagu daerah ini juga sebagai iringan permainan yang berasal dari Jambi. Permainannya sederhana, cukup saling mencubit punggung tangan teman, jika sakit naik ke atas balik menyubit. Begitu seterusnya. Tetapi siapa yang paling tahan dia yang menjadi pemenang.

Kutipan Liriknya:
Injit injit semut
Siapa sakit naik diatas
Injit injit semut walau sakit
Jangan dilepas



5. Naik-Naik Ke Puncak Gunung

Lagu daerah yang berasal dari Maluku ini bercerita tentang perjalanan ke gunung, walaupun terdapat sambungannya setelah itu, tetapi tidak begitu populer.

Kutipan Liriknya:
Naik naik ke puncak gunung
Tinggi tinggi sekali
Naik naik ke puncak gunung
Tinggi tinggi sekali



6. Gundul Pacul
 
Tembang yang berasal dari Jawa Tengah ini konon diciptakan tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yang dalam dan mulia. Gundul pacul artinya bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul utk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Kutipan Liriknya:
Gundul- gundul pacul cul gemblelengan.
nyunggi-nyunggi wakul kul gemblelengan
wakul ngglimpang segane dadi sak latar



7. Si Patokaan

Syair ini merupakan syair kuno yang sering disampaikan seorang ibu dari daerah Minahasa kepada anak laki-lakinya yang sudah baligh tatkala seorang anak itu telah diwajibkan mencari nafkah sendiri. Syair ini menunjukkan rasa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang sebenarnya para ibu tak tega ditinggal anaknya. Lagu daerah yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara.
 
Kutipan Liriknya:
Sayang-sayang, Si Patokaan
Matego tego gorokan Sayang
Sayang-sayang, Si Patokaan
Matego tego gorokan Sayang

8. Tokecang

Lagu daerah yang beirama riang ini berasal dari Jawa Barat. Semakin populer setelah dijadikan soundtrack sineteron anak-anak dahulu. Lagu ini sebenarnya pengiring sebuah permainan. Arti dari tokecang menurut beberapa orang yaitu ada tokek makan kacang.

Kutipan Liriknya:
Tokecang tokecang bala gendir tosblong
Angeun kacang angeun kacang sapariuk kosong
Tokecang tokecang bala gendir tosblong
Angeun kacang angeun kacang sapariuk kosong


9. Yamko Rambe Yamko

Lagu yang berasal dari daerah Papua ini bercerita tentang peperangan yang terjadi di negeri ini yang saling bunuh membunuh oleh tunas bangsa. Bunga bangsa yang dimaksud adalah pahlawan yang rela berkorban, bahkan sampai mati, untuk mempertahankan negara Indonesia ini dari para penjajah. Meski tempo lagunya cepat dan terkesan riang, sebenarnya makna dari lagu ini cukup menyedihkan.

Kutipan Liriknya:
Hee yamko rambe yamko
Aronawa kombe
Hee yamko rambe yamko
Aronawa kombe
Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yu mano bungo awe ade

 
10. Jali-Jali

Lagu tradisional yang berasal dari Jakarta ini dipopulerkan oleh M. Sagi (seringkali dieja M. Sjaugi) pada 1942 melalui biolanya yang tak berbanding saat itu, menyebabkan selanjutnya menjadi lagu rakyat Betawi. Pada 1942, lagu ini dinyanyikan bersahutan antara wanita dan pria. 

Kutipan Liriknya:
Inilah dia sijali-jali
Lagunya enak, lagunya enak
Merdu sekali
Capek sedikit tidak peduli sayang
Asalkan tuan, asalkan tua
Senang di hati


Bagaimana, apakah lagu-lagu diatas membawa kalian bernostalgia ke jaman SD lagi? Walaupun lagu-lagu di atas sudah sangat jarang diputar, tetapi saya pribadi masih tetap ingat dan menikmatinya. Masih sangat banyak lagi lagu-lagu tradisional dari seluruh penjuru nusantara dan populer. Itulah yang saya sebut lagu tradisional! Orisinil! Proud to be an Indonesian people.. :')

Terima Kasih dan semoga postingan kali ini membuat kita lebih nasionalis. :)

0 komentar:

Poskan Komentar

Daftar Blog Saya

Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Followers

Google+ Badge


Get this widget!